Selasa, 24 Juni 2014

Menanti Datangnya Bulan Ramadhan


Bulan ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam diseluruh dunia itu telah kembali setelah penantian panjang sebelas bulan lamanya. Anak-anak kecil dipedesaan sungguh gembira berbondong-bondong menuju masjid rela menunggu dari sehabis sholat ashar dengan pakaian warna-warni serba islami dengan wajah lucu dan kepolosan mereka menunggu tabuh bedug awal puasa meskipun tabuh bedug baru akan dibunyikan setelah menunggu sidang isbat dijakarta anak-anak kecil itu berlarian dimasjid dengan teman-temannya sebaya ada yang menangis karena terjatuh ada juga yang bermain kelereng dan ada juga yang membantu takmir masjid membersihkan lantai untuk sholat taraweh sungguh gembira anak-anak itu menanti datangnya bulan yang sangat suci, takmir masjid menunggu komando dari bapak “lebe” (KAUR keagamaan desa) tidak ada yang berani dengan pak lebe bukan karena wajahnya yang garang atau karena orangnya yang keras atau fanatik dengan ilmunya sendiri orang-orang didesa kami sangat percaya dengannya karena ilmunya yang keramat, sekali mulutnya membacakan ayat-ayat alqur’an diatas segelas air putih yang diambil dari gentong miliknya penyakit apapun sembuh, itu kenapa orang-orang disesa kami jarang yang kedokter kalau hanya sakit meriang atau bebelen. Jangankan takmir masjid kiyai didesa kami pun takut dengan pak lebe. Aku juga bingung kenapa orang-orang didesa kami takut dengan paklebe mungkin karena ilmu agamanya yang keramat, seperti tahun-taun yang lalu meskipun sidang isbat telah diumumkan ditv namun tidak ada yang berani mengumumkannya dimasjid, sebelum pak lebe datang kemasjid dan meminta takmir untuk mengumumkannya, tidak hanya itu tabuh kentong yang biasanya diletakkan dimasjid juga diletakkan dirumahnya meskipun kentongan tanda datang waktu sholat itu dekat dengan masjid, orang-orang didesa kami tidak berani berbuka puasa sebelum pak lebe menabuh kentongan yang diikatkan dengan tambang didepan rumahnya meskipun radio sahara kendal sudah berani mengumandangkan azan maghrib namun tidak ada satupun didesa kami yang berani menyantap kolak sebelum kentongan itu ditabuh pak lebe.

Sore itu pak lebe marah mendengar suara anak-anak gaduh dimasjid karena tidak bisa mendengarkan berita dari TVRI, tv satu-satunya yang ia pelototi berhari-hari disaat waktu luang, tv hitam putih satu chanel kesayangannya tv yang biasa ditonton meskipun dengan gambar tidak jelas dan banyak semut-semut nois dilayarnya yang terkadang didalam tvnya terdengar suara orang yang sedang berpacaran menggunakan radiobrikmarah dan akhirnya datang kemasjid dengan wajah garang serta langkahnya yang panjang dan cepat. Sekilas anak-anak itu tidak melihat kedatangan pak lebe yang datang dari arah selatan seratus meter bukan jarak yang dekat bagi pak lebe yang umurnya hampur kepala delapan namun karena rumahnya terlihat dari masjid, salah satu dari anak-anak itu ada yang  melihat pak lebe menuju masjid dengan wajah garang dan peci yang sedikit miring serta sarungnya yang dijinjing. “ono mbah lebeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!” teriak dari salah satu anak-anak dimasjid, puluhan anak-anak itu lari terbirit-birit tanpa arah berdesakan mencari sandal-sandal mereka yang berserakan berdesak-desakan dipintu masjid sebagian yang masih kecil kira-kira umur lima tahun hanya bisa menangis karena saking takutnya dengan pak lebe lari dan hanya lari kerumahnya masing-masing yang bisa dilakukan anak-anak itu karena saking takutnya dengan pak lebe, aku juga bingung entah apa yang ditakuti oleh pak lebe yang belum bersuara hanya melihatnya saja mereka sudah takut bukan kepalang.

Suasana sudah sepi setelah pak lebe sampai dimasjid,marah tidak tersampaikan karena anak-anak sudah terlanjur sepi pulang kerumahnya masing-masing hingga akhirnya takmir masjid yang kena marah pak lebe karena tidak bisa memperingatkan anak-anak itu untuk tidak gaduh dimasjid, pak lebe pun kembali pulang melanjutkan gambar semut yang berada dilayar tvnya namun anak-anak itu tidak kalah akal dan tidak ada takutnya ketika tidak ada orangnya suasana kembali ramai dimasjid sama masih gaduh seperti tadi, dipelototi tv itu dengan jarak satu meter dengan suara keras hingga terdengar radius seratus meter entah apa yang dilihat namun setelah satu jam dia melototi semut semut itu dia seperti mendapat wangsit lalu beranjak dari kursinya yang terbuat dari anyaman rotan itu. Namun ada yang beda dengan wajahnya yang sekarang, mungkin mendapatkan wangsit yang baik wajahnya tidak garang lagi dan jalannya pun tidak terlalu cepat, meskipun dia keluar rumah dari pintu belakang agar anak-anak itu tidak melihat kedatangannya dan datang dari jalan samping masjid.
Setelah pak lebe sampai dimasjid anak-anak itu kembali lari terbirit-birit dengan jeritan bah seperti orang melihat hantu takut bukan kepalang namun kali ini anak-anak itu tidak bisa lari kerena pak lebe sudah berada diserambi masjid mereka justru lari kedalam masjid ada yang ngumpet dibawah karpet ada pula yang masuk kedalam lemari tempat Alqur’an ada yang menutupinya dengan mukena dan lain sebagainya. Namun ternyata kedatangan pak lebe kali ini tidak untuk marah namun untuk menabuh bedug tanda dimulainya bulan puasa telah tiba.

Anak-anak itu pun keluar dan tidak takut lagi bahkan pada duduk melingkari bedug yang sedang ditabuh oleh pak lebe karena perintahnya, suasana menjadi hikmat hati berdebar diiringi tabuh yang keras tabuh bedug yang bernada tidak seperti tabuh sholat jum’at tabuh yang begitu indah didengar karena kedatangan bulan yang suci bulan yang penuh hikmah dan tentunya bagi mereka anak-anak itu adalah awal bulan dimana mereka akan mendapatkan baju baru diakhir bulan serta uang yang banyak yang akan mereka terima dari orang-orang yang suka memberi kepada anak-anak serta suasana yang beda dari bulan-bulan lain.

Namun ditengah-tengah tabuhan bedug pak kiyai didesa kami datang dan bilang kalau sidang isbat mengumumkan puasa jatuh esok lusa karena menurut sidang isbat dijakarta dari penjuru pelosok negeri belum ada yang melihat hilal, tabuhpun dihentikan pak lebe bilang “masa tadi saya mendengar kalau puasa itu jatuh pada esok hari makanya beduk harus dibunyikan tanda datang bulan ramadhan” mungkin karena semut-semut dilayar tvnya serta pendengaran pak lebe yang kurang baik sehingga salah menerima informasi atau wangsit dari tv. pak kiyai lalu menjelaskan lebih rinci “memang benar pak, sebagian orang mengikuti metode hisab puasanya mulai besok dan yang mengikuti metode rukyah dan sidang isbat dijakarta puasanya esokan harinya” percakapan-percakapan telah dilontarkan antara pak kiyai dan pak lebe sehingga tanpa sadar anak-anak kecil itu mendengarkannya wajah merekapun lesu karena bulan ramadhan tidak jadi datan malam ini dan akan datang keesokan harinya. “walaupun kita tidak memulai puasa esok hari bedug harus tetap berkumandang kita harus menghormati yang melaksanakan puasa esok hari” kata pak lebe dan pak kiyai terdiam merunduk hanya bisa mengatakan iya pak . Pak lebe orang yang fanatic dengan ilmunya sendiri itu ternyata mempunyai solidaritas yang tinggi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan. Wajah anak-anak itu kembali senang ketika bedug dibunyikan lagi meskipun awal puasa akan dilaksanakan esok lusa semangat mereka untuk meramaikan masjid tidak lah surut karena perbedaan awal puasa, mereka justru senang serta bergembira menyambut datangnya bulan puasa keesokan harinya.

Didiklah Anak Sejak Dini

Seorang ibu bernama Janell Burley Hofmann memberikan hadiah ponsel berkelas yaitu iPhone 5 kepada anaknya Gregory. Meskipun iPhone 5 merupakan barang mewah, pemberian iphone 5 ini bukan untuk memanjakan anaknya, justru ia memberi aturan atau perjanjian yang sangat ketat kepada anaknya, dan ia harus mentaatinya. Jika tidak mau taat, maka iPhone tersebut akan di minta kembali.
Perjanjian tersebut sangat positif untuk anaknya, juga sangat inspiratif untuk kita terapkan bagi anak-anak kita. Berikut Ini daftar perjanjian ibu kepada anaknya:
1. Ini (iPhone 5) adalah milik ibu. Ibu membelinya. Ibu yang membayarnya. Ibu meminjamkannya untukmu. Bukankah ibu yang terbaik?
2. Ibu harus selalu mengetahui password-nya
3. Jika teleponnya berdering, jawablah. Itu adalah sebuah telepon. Katakan halo, tunjukkan perilaku yang baik (sopan.) Jangan pernah abaikan panggilan telepon jika dilayarnya tertulis “Ibu” atau “Ayah”. Jangan pernah.
4. Berikan teleponnya kepada orang tua-mu tepat jam 7:30 malam setiap malam sekolah dan setiap akhir minggu pada jam 9 malam. Telepon tersebut akan dimatikan untuk satu malam dan akan dihidupkan kembali esok hari jam 7:30 pagi. Jika kamu tidak mau menelepon ke telepon rumah temanmu, karena takut jika orang tua-nya yang mengangkat terlebih dahulu, maka jangan menelepon atau SMS sama sekali. Dengarkan suara hatimu dan hormatilah keluarga orang lain seperti kamu ingin keluarga kita dihormati.
5. Kamu tidak akan membawa Ini (iPhone 5) ke sekolah. Ngobrol-lah secara langsung dengan orang-orang yang biasa kamu ajak chatting atau SMS. Ini adalah bekal atau skill untuk hidupmu kelak. Untuk sekolah setengah hari atau field trip sesudah sekolah akan kami pertimbangkan.
6. Jika ini (iPhone 5) jatuh kedalam toilet, terhempas ke tanah, atau menghilang di udara bebas, kamu bertanggung jawab untuk penggantian atau biaya perbaikan. Kamu bisa memotong rumput, menjaga bayi, atau menggunakan uang tabungan hadiah ulang tahun. Ini akan terjadi, kamu harus bersiap.
7. Jangan gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi, atau menipu umat manusia lainnya. Jangan biarkan dirimu terlibat dalam pembicaraan yang akan menyakiti orang lain. Jadilah teman yang baik terlebih dahulu atau menjauhlah dari kemungkinan perseteruan. 8. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun yang tidak mau kamu ucapkan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Jangan mengirimkan SMS, email, atau mengatakan apapun ke seseorang yang tidak mau kamu katakan dengan lantang ketika orang tua mereka sedang berada diruangan itu. Sensorlah dirimu sendiri.
10. Tidak boleh ada pornografi. Carilah informasi di internet yang hanya akan kamu bagikan ke Ibu secara langsung. Jika kamu memiliki pertanyaan tentang apapun, tanyalah seseorang – lebih baik lagi tanya ke Ibu atau ayahmu.
11. Matikan, diamkan, sembunyikan dari khalayak ramai. Terutama di restoran, didalam bioskop, atau ketika berbicara dengan umat manusia lain. Kamu bukanlah orang yang kejam; jangan biarkan iPhone merubah itu.
12. Jangan kirimkan atau menerima gambar/ foto dari bagian pribadi anggota tubuhmu atau orang lain. Jangan tertawa. Suatu saat kamu akan tergoda untuk melakukannya secerdas apapun dirimu. Ini sangat beresiko dan dapat menghancurkan masa muda/ kuliah/ atau masa dewasamu. Ini akan selalu jadi ide yang buruk. Dunia maya itu luas dan lebih kuat daripada dirimu. Sulit sekali menghilangkan jejak dalam skala sebesar ini – termasuk reputasi yang buruk.
13. Jangan mengambil jutaan foto dan video. Tidak perlu mendokumentasikan segalanya. Alamilah hidupmy sendiri. Kenangan itu akan tersimpan dalam ingatanmu untuk selamanya.
14. Sesekali tinggalkan iPhone ini dirumah dan coba untuk merasa nyaman dan aman dengan keputusan itu. Ini (iPhone) bukanlah benda hidup ataupun perpanjangan dirimu. Belajarlah untuk hidup tanpanya. Jadilah lebih besar dan lebih kuat daripada FOMO – Fear Of Missing Out (rasa takut kehilangan.)
15. Download lagu yang baru atau yang klasik atau yang berbeda dari yang didengarkan oleh jutaan orang lain yang mendengarkan hal yang sama. Generasimu memiliki akses musik yang belum pernah ada selama sejarah. Ambillah keuntungan dari hal tersebut. Perluas cakrawala-mu.
16. Sesekali mainkan permainan dengan kata-kata atau puzzles (teka-teki) atau permainan yang melatih otak.
17. Jaga matamu tetap menghadap kedepan. Lihat dunia disekelilingmu. Pandangilah jendela. Dengarkan kicauan burung. Jalan-jalan. Berbicaralah dengan orang asing. Berkelilinglah tanpa Googling.
18. Kamu pasti akan melakukan kesalahan. Ibu akan mengampil teleponmu. Kita akan duduk dan membicarakannya. Kita akan memulai dari awal lagi. Ibu dan kamu, kita selalu belajar. Ibu adalah bagian dari tim-mu. Kita melakukan ini bersama-sama. Dan pada akhir daftar kontrak, sang ibu menulis “Kebanyakan pelajaran disini tidak hanya berlaku untuk iPhone, namun untuk kehidupan..”
Sungguh perjanjian yang sangat mendidik dan sangat bijak sana bagi anaknya. sangat cocok sekali dengan keadaan saat ini, zaman di mana kemudahan teknologi membuat kita jarang berinteraksi secara langsung kepada orang di sekitar kita.
Kita lebih suka berlama-lama sms-an, berlama lama melihat dinding facebook kita, lebih suka chating. Kita lebih suka menatap layar, dari pada harus bertemu langsung.
Padahal jika kita melakukan hal tersebut secara berlebihan, akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis kita, khususnya kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Semoga kisah inspiratif ibu yang memberikan hadiah iPhone 5 kepada anaknya dengan perjanjian ketat di atas bisa bermanfaat bagi kita semua.

MCB Tidak Cuku Tanpa ELBC



Demi keamanan rumah dan penghuninya, memasang MCB atau Miniature Circuit Breaker saja tidak cukup. Ada cara lain lebih efektif dan lebih aman, yaitu memasang proteksi ELCB di rumah Anda.

ELCB ini akan mendampingi MCB. Berbeda dengan MCB yang berfungsi mencegah arus pendek, ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker berfungsi mengamankan manusia dari "arus bocor" atau kebocoran arus. Dengan mudahnya, ELCB akan memberikan pengaman agar manusia tidak tersetrum hingga tewas.

"Pemasangan ELCB sangat dianjurkan, khususnya di lokasi-lokasi lembab," tutur Riyanto Mashan, Country President PT Schneider Electric Indonesia kepada Kompas.com, Senin (23/12/2013). 

"Listrik bisa dikatakan bocor jika ada yang menghantarkannya keluar dari jaringan. Pertama, bisa lewat kontak langsung dengan manusia. Kedua, karena ada penghantar lain, seperti air," tambahnya. 

Air adalah penghantar listrik yang baik, begitu pula tubuh manusia. Ketika terpapar air dan aliran listrik, tentu seseorang mudah tersengat listrik hingga meninggal. Untuk itulah, Riyanto sempat mengingatkan musibah banjir besar di Thailand. Bukan soal banjirnya, tapi bahaya sengatan listrik yang ia khawatirkan.

"Saat banjir besar di Thailand itu, ada di satu kampung lima ratus orang tewas tersengat listrik karena listrik di kampung itu belum dimatikan oleh petugas PLN-nya. Itulah bahaya listrik yang sebenarnya," tutur Riyanto.

Ketiga, lanjut Riyanto, kebocoran listrik bisa disebabkan akibat adanya kerusakan pada sistem perlistrikan. Misalnya, lanjut dia, ada robekan atau gigitan tikus pada kabel.

"ELCB akan secara otomatis memutuskan hubungan listrik ketika menyengat manusia pada arus 30mA," papar Riyanto. 

Pada tegangan 30mA, menurut Riyanto, manusia yang terekspos tegangan ini memang akan sesak napas. Namun, hal itu tidak akan menyebabkan kematian. Sementara, pada arus berkekuatan 1A, jantung manusia dapat berhenti berdetak.

"Di sinilah peran ELCB. Alat ini secara otomatis mampu memutus aliran listrik jika terkena manusia pada kekuatan arus 30mA. Manusia tidak akan meninggal. Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir di kala banjir," kata Riyanto.
 
Untuk pemasangannya, lanjut Riyanto, Anda bisa meminta ahli listrik memasang ELCB, meski bukan rumah baru. Namun, kemungkinan besar Anda akan menghadapi masalah dalam proses pemasangannya.

"Jika berkali-kali listrik 'turun' dalam proses pengecekan saat pemasangan ELCB, kemungkinan besar sistem listrik eksisting di rumah Anda bermasalah. Mungkin, kabel Anda sudah tidak lagi dalam kondisi prima," ujarnya.

Penyebab Korsleting Litrik



Musibah kebakaran memberikan efek yang tidak main-main. Bukan hanya kKerugian materi, bahkan korban jiwa pun bisa terjadi karena musibah ini.

Menurut data yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Desember lalu, tepatnya Minggu (22/12/2013), tercatat 16 kasus kebakaran terjadi di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 15 di antaranya diakibatkan karena korsleting arus listrik, sementara satu sebab lainnya akibat tabrakan kereta. Dengan kata lain, peristiwa kebakaran dominan terjadi di kawasan permukiman, dan 100 persen akibat korsleting listrik.

Memang, data tersebut tidak menyertakan kondisi instalasi listrik di lokasi kejadian. Namun, menurut Riyanto Mashan, Country President, PT Schneider Electric Indonesia, ada beberapa kemungkinan terjadinya percikan api yang disebabkan oleh listrik.

Setidaknya, lanjut Riyanto, ada tiga penyebab munculnya percikan api yang berhubungan dengan instalasi listrik. Pertama, beban berlebih atau overload. Kedua, hubungan singkat arus listrik atau short-circuit, dan ketiga arus bocor pada bangunan atau peralatan. Jika api tersambar dengan bahan-bahan yang mudah terbakar, percikan tersebut mampu menghanguskan seluruh rumah.

Riyanto menjelaskan, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh penghuni rumah untuk mencegah terjadinya hal itu. Pertama-tama, ketika membangun atau merenovasi rumah, ada baiknya pemilik mengecek langsung instalasi listrik.

"Setiap rumah seharusnya menggunakan MCB atau Mini Circuit Breaker berstandar nasional. MCB berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan hubungan singkat dan beban lebih di rumah. Ketika pemilik rumah menghubungkan beban berlebih pada instalasi listrik, maka MCB akan secara otomatis memutuskan arus listrik," ujar Riyanto kepada Kompas.com,pekan lalu.

Dia menambahkan, MCB juga akan memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan pendek atau korsleting. Pasalnya, begitu terjadi hubungan pendek, arus listrik akan melonjak naik.

Selain MCB, kini dikenal pula ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker. Fungsi ELCB berbeda dengan MCB. Jika MCB dipasang untuk mencegah korsleting, ELCB digunakan untuk mencegah adanya arus bocor.

Awas barang KW! 

Pada dasarnya aliran listrik harus berada dalam satu jaringan. Listrik bisa bocor ketika ada yang menghantarkannya keluar dari jaringan itu. Tubuh manusia, misalnya. Dalam keadaan basah, tubuh manusia dapat menjadi penghantar listrik yang baik. Maka, jika melakukan kontak dengan stop kontak, manusia bisa tewas.

"Namun, ELCB akan memutuskan arus listrik sebelum korban tersebut tewas, yaitu arus 30mA. Air dan konduktor lainnya pun demikian. Ketika konduktor tersebut terkena kontak dengan manusia, manusia dapat tewas," ujar Riyanto.

Riyanto menjelaskan, kedua alat tersebut, termasuk kabelnya, membutuhkan perencanaan dan pemasangan yang benar. Alatnya pun harus berstandar nasional.

"Hindari membeli barang tiruan atau KW," papar Riyanto.

Untuk urusan listrik, lanjut dia, barang KW mampu menewaskan Anda. Pasalnya, ada komponen-komponen pada barang KW yang dikurangi, padahal setiap komponen di dalam alat kelistrikan penting.

"Jika instalasi listrik sudah berumur puluhan tahun, ada baiknya Anda meminta tenaga ahli mengeceknya. Ini perlu, agar jangan sampai Anda menemukan kabel yang terkelupas," saran Riyanto.

Selain itu, Riyanto menambahkan, perhatikan juga tanaman atau pohon-pohon berukuran besar yang berada di dekat kabel listrik. Jika terjadi percikan api, pohon dapat dengan mudah tersambar dan menyebabkan kebakaran hebat.

"Ketika sudah yakin instalasi listrik di rumah aman dan memadai, kini Anda perlu memperhatikan perilaku penghuni rumah. Hindari menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik," kata Riyanto.

Selain itu, jangan lelah memperingatkan anak untuk tidak bermain dengan perlengkapan listrik, termasuk stop kontak. Anda bisa menutup stop kontak dengan berbagai perangkat yang kini sudah banyak tersedia di toko listrik.

"Selain menggunakan alat berstandar nasional dan menjaga perilaku keluarga, Anda pun sebaiknya jangan mencuri listrik. Anda mungkin bisa menikmati listrik gratis atau murah selama sementara waktu. Namun, tanpa instalasi yang tepat dan aman, setiap hari, setiap malam, Anda dan keluarga dibayang-bayangi oleh bahaya kebakaran. Selain itu, Anda bisa dikenai sanksi," ujar Riyanto.

Riyanto mengatakan, pelaku pencurian arus listrik bisa dikenai sanksi sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan. Pelaku dapat dikenai hukuman denda maksimal sebesar Rp 500.000.000, dan hukuman pidana maksimal 5 tahun. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan sanksi kurungan maksimal 7 tahun.

: