Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Filosofi
pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat
seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan
bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak
orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan
dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan
sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti
kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu
pendidikan saya.”
Anggota keluarga mempunyai peran
pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari
mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak
resmi.
Pengtingnya
Pendidikan
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed
Joesoef tentang pentingnya suatu pendidikan : “Pendidikan merupakan segala
bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai
dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa
mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan
tidak bisa lepas dari kehidupan, maka dari itu saya bisa membantah kata-kata
“Pendidikan bukanlah segalanya” seperti apa yang Kepala Sekolah saya sendiri
katakan.
Menjadi bangsa yang maju tentu
merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah
menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi
oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa
dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita
ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang
berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan
merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses
pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah
kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya
peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu
bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini
apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan
Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela
mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye
atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak
ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi negara
tetangga kita.
Mungkin sedikit demi sedikit
Indonesia juga sadar akan pentingnya suatu pendidikan. Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2010 menitikberatkan atau mengambil
tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan seperti yang
diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan
infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV
berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan.Dan juga
penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter
ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia
pendidikan?
Didalam UU No.20/2003 tentang sistem
pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat,
banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang
tercantum dalam UU tersebut ?????????
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar